Beranda » Home » Kelabu Biru

Kelabu Biru

Placeholder Image

Kelabu Biru

 

Pagi itu kau selimuti diriku dalam balutan dinginnya angin malam,

Entah apa itu maksudnya aku tak tau,

Akhir – akhir ini kau begitu perhatian padaku,

Sampai hati ini terlena dengan semua janji manismu,

 

Kau tau?

Ini adalah sebuah kesalahan,

Tak sepantasnya kau menaruh hati padaku,

Dan tak seharusnya aku menerima hatimu,

 

Ingat!

Masih ada hati yang menunggumu disana,

Hati yang telah kau singgahi sebelumnya,

 

Tak ku beri kesempatan pada logika,

Logikaku tertutup oleh kabut asmaramu,

Sampai hati ini menghapus nama yang sebelumnya singgah,

 

Kau begitu Egois,

Kau tau siapa nama itu,

Tapi kau mengabaikannya begitu saja,

 

Sungguh,

Kau ciptakan rasa nyaman,

Hingga ku terpaut rapuh dalam jiwa,

Hatiku seperti diatas singgasana,

 

Aku terkesima,

Akan segala kata – kata manismu,

Hingga semua terbongkar sudah kedokmu,

Kau membelah hatimu menjadi dua,

Membagi kasihmu pada dua bidadari,

 

Bidadari yang satu bernama Putih,

Ia tak tau apa – apa tentang hubungan kita,

Yang ia tau, kau masih setia,

 

Bidadari yang lain bernama Biru,

Ia tau akan segala kebejatanmu,

Tapi ia tak mau lepas,

 

Dan kau tau?

Semua itu tercatat rapi dalam memori,

Tersimpan dalam coretan – coretan tak berkelas,

 

Mungkin ini tak penting bagimu,

Menyimpan dokumentasi secara rapi dalam memori,

Tapi inilah caraku,

 

Sampai akhirnya diriku siuman dari mimpi yang panjang,

Bunga tidur yang membuat logikaku berputar pada porosnya,

Hati ini tak kan kubiarkan terkotori oleh balutan pena bertinta yang memenjarakan sang logika,

 

Sebab, apa yang kurasakan berbeda dengan apa yang kau rasa,

Aku hanya merasa nyaman saat didekatmu,

 

Cinta dan Nyaman….

Itu dua hal yang berbeda menurutku,

Dua hal yang saling bersebrangan,

Tapi saling tersambung oleh radar neptunus,

 

Ini hanya sekedar rasa yang tak bisa kujelaskan dengan logika,

Rasa tak kasat mata,

Rasa yang tak bisa ku ekspos pada dunia,

Rasa yang menimbulkan gundah gulana,

Kusimpan dalam diam dan do’a,

Barangkali rasa ini hanya sementara,

Dan akan hilang tertelan masa,

 

Tuhan terlalu baik padaku,

Disaat rasa itu membuatku gila,

Tuhan menggantikannya dengan rasa – rasa yang lebih indah,

Yang lebih bermakna,

 

Mungkin Tuhan cemburu,

Karnaku terobsesi dengan bias – bias semu,

 

Aku mulai letih,

Terpenjarkan oleh waktu,

Mata ini terpejam melihat angan kerinduan,  

Bukan,,,

Rindu padanya, tapi dengan – Nya,

 

Akan ku rehatkan hati ini,

Dari bias – bias semu yang menggelora,

Kini akan ku perbaiki hati ini,

Ku pungut puing – puing dari reruntuhan,

Dan ku bangun kembali,

Benteng iman.

 

 

@Gustin_Narra
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Text Widget

This is a text widget, which allows you to add text or HTML to your sidebar. You can use them to display text, links, images, HTML, or a combination of these. Edit them in the Widget section of the Customizer.
%d blogger menyukai ini: