Beranda » Home

Category Archives: Home

DUSTA EMOJI

requestEmojis

 

Lepas, Lekas, Lelap dalam pelukan,

Hiruk pikuk jerit malam,

Membuatku tertawa tak bertepi,

Hilang sudah dekapan sang bintang,

menjadikan kering kerontang kerinduan,

Cemas bukan kepalang,

Melihat benteng mulai dipatahkan,

Hidup dalam genangan rasa tak menentu,

Membuat gila sang fajar,

Meraup cahyanya yang menyilaukan,

Bersandar dalam kepedihan,

Mencari makna yang ;tak terpikirkan,

Menyingkap dusta yang bersemayam,

Menghindar dibalik emoji yang berkelakar,

 Kebohongan mulai tertanam,

Karna emoji yang berbincang,

Tahan rasa tahan baja,

Demi kokohnya singgasana,

Sang raja mulai letih,

Menyimpan sakit dalam perih,

 

@Gustin_Narra

 

Kritikan Rembulan

46618_1323290976305_1651795255_774847_6178055_n

KRITIKAN REMBULAN

 

Hingar bingar kicau rembulan,

Menyayat ribuan kisah yang bertengger di balik awan,

Engkau menjadi candu,

Yang tak ada penawarnya.

Telak sudah senyummu,

Memberi melodi yang saling bersaut – paut,

Meninggalkan kenangan yang tak berkesudahan,

Melipur lara yang kunjung datang.

Bintang saling bergandengan,

Membentuk senyum kecil disudut rembulan,

Harapan demi harapan mulai kau rajut,

Tapi sang rembulan mulai menyudut,

Kesisi pejamnya malam,

Rembulan ingin, 

Tapi ia juga tak ingin,

Hanya ketulusan yang dicarinya,

Karna hanya tulus yang dapat mengisi kehampaan,

Hanya sebatas memori yang tertata rapi,

Hingga suatu saat nanti,

Ada kalanya rembulan mulai memilih kehendaknya.

 

@Gustin_Narra

KALAH KULINO

68f05841184baba8b5dfb0e4347d586c--javanese-creative

KALAH KULINO

 

Bayangmu mengingatkanku,

Akan pedihnya angin malam,

Yang menusuk rinduku,

Tanpa kata ku berpulang,

mencari kehangatan,

Berpendar dalam kesedihan,

Melamunkan sang rembulan,

Kata tak bias terucap, 

Karna biasa tak lagi ada,

Kau kini pergi,

Menyongsong masa depan,

Disini aku mulai mengerti,

Mengapa dan bagaimana,

Semua itu berproses,

Sepi hariku tanpa hadirmu,

Mencari alasan tuk berpenjar,

Tertawa demi kebahagiaan,

Tuhan memberiku kekuatan,

Tuk tetap berdiri,

 Teguh memegang keyakinan,

Jika memang takdirku,

Biarkanlah aku terbang,

Beriringan dengan angin yang berhembus bebas,

Bersama heningnya malam.

@Gustin_Narra

VIRUS KALAH KULINO

“VIRUS UNGKAPAN “WITING TRESNO JALARAN SOKO KULINO”

16585315_383883695308661_1940486453628764160_n

“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” adalah ungkapan yang sangat familiar di kalangan orang jawa. Yang bermakna “Cinta Tumbuh Karena Terbiasa”. Terbiasa bertemu, maen bareng, makan barreng, kegiatan bareng, organisasi bareng, tidur bareng. Upssss abaikan kata yang terakhir wkwkwk.

Ya, karena keterbiasaan itulah, yang membuat rasa – rasa yang berbeda mulai muncul. ungkapan itu ibarat virus yang sudah merajalela di masyarakat, aku pun juga merasakannya sekarang. jadi berwaspadalah dengan virus ini. Karena virus ini susah untuk diobati kalu sudah terbiasa.

Hati ibarat wadah untuk menampung benih – benih cinta, tapi apa guna hati yang dijaga kalau sudah mengidap yang namanya Virus kalah kulino. Kalau hati sudah memilih mau apa kau haa?? 🙂

Hidup adalah masalah untuk memilih. Dan yang berhak memilih itu adalah hati nurani yang bicara. banyak pilihan di hati, tapi ketika sudah terjangkit virus ini, hati sudah tak berdaya. Karna nurani yang bicara!

Ada lagu Witing Tresno dari Tony Q Rastafara, silahkan di download link dibawah ini 🙂 :*

Senja Rasa

wp-1482123757486

Senja Rasa

 

Senja Kau tau??

Apayang kini sedang kurasa

Rasa yang menembus peringai awan

Bertebaran dipusaran merah keemasan

Menyibak tirai kabut yang bergandengan

Senja kau mempesona dengan singgasanamu

Kau selalu ditunggu – tunggu dengan keelokanmu

Tapi kau juga mudah dilupakan 

Setelah gelap menyelimutimu

Kau tau senja….

Aku tak ingin sepertimu

Tapi aku bahagia saat bersamamu

Kau bilang begitu Rindu

Tapi nyatanya kau tertipu!

 

@Gustin_Narra

Bar Ca & Ve

09_20130201_0330-Bulletin-Place_decor,-closes-midnight

Bar Ca & Ve

Malam temaram, hinggap dalam pangkuan

Hingga burung camar berkutat dalam kicauan

Aduhai… Merdu nian!!

Kata sang Tuan sambil berjegang

Minuman bersoda sudah biasa

Arak yang belum ku rasa

Alunan biola berdendang lembut, bagai pena mengukir nama

Ayunan pinggul dan tarian kaki mengikuti irama

Menghadapkan jiwa pada nikmatnya dunia

Sampai tubuh lemas tak berdaya

Hanya karna seonggok minuman tak berwarna

Disini bukan tempat Ngopi

Tapi disinilah orang mencari hiburan semata

Hiburan berkelas tapi….??

Ya begitula!

Hanya mereka yang tau

 

@Gustin_Narra

Sekedar Ilusi

Hai gaes, apa kabarnya nih?? Kali ini mimin pengin ajak kamu kamu semua ber – baper ria wkwkwk, karna entah kenapa ya, mimin lagi suka nulis puisi yang bikin baper haha udahlah abaikan, selamat membaca 🙂

 

 

lari-dari-ilusi-cinta_1479215905-b

 

Sekedar Ilusi

 

Ketika nafas tersentak

Membuat birunya langit terhentak

Ilusi awan meringkap kenangan Haru Biru Langit Menyibak kerinduan

Ini bukan kata yang biasa terucap

Tapi inilah kata yang meringkap

Berteriak jenuh karna tak pernah terucap

berbisik bosan karna selalu terpendam

aku bukanlah binatang, yang hanya bisa mengaung ketika dibutuhkan

aku hanyalah seorang gadis yang sedang terjebak dalam penjara misteri

 

@Gustin_Narra