Beranda » Wawasan Kebangsaan

Category Archives: Wawasan Kebangsaan

Bangsa dan Bhinneka?

Image result for keanekaragaman bangsa indo

Pada bagian bawah  Garuda Pancasila, terdapat pita putih yang dicengkram , yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” yang ditulis dengan huruf latin, yang merupakan  semboyan Negara Indonesia, yang ditemukan dalam kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular pada abad XIV, seorang pujangga dari kerajaan Majapahit. Secara harfiah Bhinneka artinya (Beragam), Tunggal (Satu), Ika (Itu). Artinya  “ Walaupun Berbeda beda tetapi tetap satu jua”. Maksud semboyan tersebut menggambarkan persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama.

Keanekaragaman sudah menjadi hal yang lumrah di mata Indonesia. Contoh saja dalam keberagaman agama yang saling memberi toleransi dengan segala kayakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka saling hormat menghormati satu sama lain. Seperti di dusun Ceto Kecamatan Jenawi Kabupaten Karangannyar, di dusun ini terdiri dari 3 keyakinan yang berbeda, tapi masyarakat saling menghormati satu dengan yang lainnya. Ketika ada upacara adat umat Hindu, seperti Nyepi missal, umat Muslim dan Kristiani menghormati dengan memberi suasana mati dilingkungan. Maksunya tidak ada kesibukan aktivitas seperti biasa. Dengan tidak menghidupka api/lampu, tidak bekerja, tidak berpergian, dan tidak mendengarkan hiburan. Sejatinya masyarakat non Hindu tetap beraktivitas seperti biasa namun hanya mengurangi kadar aktivitas seperti biasa.

Nah, dari sini kita belajar, bahwa perbedaan itu yang harus kita pertahankan agar tetap terjaga persatuannya. Keanekaragaman itu harusnya menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang pantas untuk dipertahankan dan sebagai alat pemersatu bangsa. Dewasa ini banyak konflik yang bermunculan karena perbedaan yang berhias keeogoisan semata. Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” kini telah luntur dari peradapan bangsa. “Berbeda – beda tetapi tetap satu jua” hanya menjadi sebuah arti yang fana. Pada kenyataannya perbedaan – perbedaan itu malah menjadi pemicu konflik. Bukannya bersatu malah terpecah belah membentuk kubu – kubu yang saling berperang.

Lalu kemana arti semboyan “Bhineka Tunggal Ika” selama ini? Mengingat Indonesia yang dikenal sebagai negara yang cinta damai, kaya akan budaya dan segala keanekaragamannya, harusnya Indonesia memegang teguh semboyan tersebut.

 

Pancasila Untuk Kita?

Assalamualaikum….

pancasila sebagai dasar negara

Pancasila, apa sih sebenarnya pancasila itu?

Pancasila adalah falsafah bangsa, yang telah menyatukan bangsa dari sabang sampai merauke. Oleh karena itu memahami apa itu pancasila menjadi hal yang wajib kita lakukan, demi keutuhan bangsa dan negara.

“Pancasila itu jiwa dan raga kita. Ada di aliran darah dan detak jantung kita, perekat keutuhan bangsa dan negara,” kata Presiden Joko Widodo dalam sebuah klip singkat di Instagram.

Lalu kalau memang pancasila itu jiwa dan raga kita, darimana asal pancasila?

“Pancasila adalah pelaksanaan nilai-nilai agama warga Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. #SayaPancasila,” kata Menteri Agama Lukman Saifuddin.

Nah, dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa pancasila menjadi ideologi dasar negara Indonesia, karena nilai – nilai pancasila harusnya sudah terpatri dalam hati dan jiwa manusia semenjak lahir. Namun, mengapa akhir – akhir ini kita sering melihat terjadinya kemerosotan moral yang melanda masyarakat Indonesia? dapat disimpulkan masyarakat Indonesia sudah kehilangan jati diri bangsa sebagai bangsa yang ramah dan cinta damai. Dapat dilihat masyarakat mudah tersulut konflik dari hal – hal yang terbilang sepele, yang sebenarnya tidak patut untuk dipermasalahkan. Dari sekian banyaknya konflik yang berunsur SARA,  tampaknya masyarakat sudah melupakan pengertian dan pemahaman pancasila.

Dari sekian banyaknya penyebab munculnya konflik di Indonesia yang paling berpengaruh itu karena kurangnya pendidikan moral dan agama. Oke, di SD, SMP, maupun SMA mungkin kita pernah belajar pendidikan kewarganegaraan atau PKN, tapi apa yang kita pelajari? Itu hanya sekedar pengetahuan belaka. Tidak ada timbal balik di dalam kehidupan sehari – hari. Pendidikan agama pun juga begitu adanya, hanya beberapa siswa yang menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari. Maka dari itu bagaimana Indonesia akan maju jika generasi penerusnya saja seperti ini?